PDI-P: Negara Demokrasi Tak Boleh Takut terhadap Kritik Publik

PDI-P: Negara Demokrasi Tak Boleh Takut terhadap Kritik Publik

PDI Perjuangan menegaskan bahwa negara demokrasi tidak boleh alergi terhadap kritik masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipandang sebagai pengingat pentingnya menjaga nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat menilai kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi karena berfungsi sebagai alat kontrol terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik. Menurutnya, ruang kritik harus dijaga agar demokrasi tetap sehat dan tidak kehilangan arah.

PDI-P menekankan Pancasila mengandung nilai keterbukaan, musyawarah, dan penghormatan terhadap suara rakyat. Karena itu, sikap antikritik dinilai bertentangan dengan semangat demokrasi yang dibangun sejak awal kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia. Sejumlah kalangan dalam beberapa waktu terakhir menyoroti pentingnya menjaga ruang diskusi publik agar masyarakat tetap dapat menyampaikan pendapat secara terbuka.

Selain soal kritik, PDI-P juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kebebasan demokrasi. Partai berlambang banteng itu menilai pembangunan nasional harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.

Hari Lahir Pancasila dipandang sebagai momentum refleksi nasional untuk memperkuat nilai persatuan, keadilan sosial, dan demokrasi yang berlandaskan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, kritik dianggap sebagai bagian dari proses memperbaiki kualitas pemerintahan dan kebijakan negara.

PDI-P berharap seluruh elemen bangsa dapat menjaga iklim demokrasi yang sehat dengan tetap mengedepankan dialog, keterbukaan, dan penghormatan terhadap perbedaan pandangan politik.

Website |  + posts