
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui program bimbingan teknis yang berfokus pada penataan ruang kawasan perbatasan negara. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan wilayah strategis di daerah perbatasan.
Program yang digelar oleh Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan tersebut melibatkan aparatur dari pemerintah pusat dan daerah. BNPP menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam keberhasilan implementasi tata ruang di lapangan.
Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan Perbatasan BNPP, Irjen Pol Edfrie R Maith, menyebut peningkatan kapasitas ASN diperlukan agar kebijakan penataan ruang dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Pelatihan menggunakan metode blended learning yang menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka. Selain materi teknis, peserta juga mendapatkan evaluasi untuk mengukur peningkatan kompetensi yang diperoleh selama program berlangsung.
BNPP menilai tata ruang di kawasan perbatasan memiliki nilai strategis karena berkaitan dengan daya saing nasional, pembangunan wilayah, dan penguatan kedaulatan negara. Karena itu, peningkatan kualitas aparatur menjadi bagian penting dari upaya pengelolaan kawasan perbatasan secara menyeluruh.
Melalui program ini, pemerintah berharap penataan ruang di wilayah perbatasan dapat semakin terarah, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
