Category: Ekonomi

  • BPS Catat 7,24 Juta Orang Masih Mencari Kerja per Februari 2026

    BPS Catat 7,24 Juta Orang Masih Mencari Kerja per Februari 2026

    BPS Catat 7,24 Juta Orang Masih Mencari Kerja per Februari 2026 - IndoBisnisNews.com

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebanyak 7,24 juta orang di Indonesia masih mencari kerja per Februari 2026, berdasarkan data ketenagakerjaan terbaru yang dirilis di Jakarta, Selasa.

    Jumlah tersebut mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja nasional yang masih menghadapi tekanan, meskipun ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa waktu terakhir. Angka pencari kerja ini mencakup mereka yang belum mendapatkan pekerjaan maupun yang sedang aktif mencari peluang kerja baru.

    BPS mencatat bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih menjadi indikator penting dalam mengukur dinamika pasar kerja. Sejumlah faktor, seperti perlambatan di beberapa sektor industri dan ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja, turut memengaruhi tingginya jumlah pencari kerja.

    Kelompok usia muda dan lulusan baru menjadi segmen yang paling terdampak dalam persaingan memperoleh pekerjaan. Di sisi lain, transformasi digital dan perubahan struktur ekonomi juga menuntut peningkatan keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

    Pemerintah telah meluncurkan berbagai program untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, termasuk pelatihan vokasi dan insentif bagi sektor usaha. Namun, efektivitas program tersebut masih bergantung pada kondisi ekonomi global dan daya serap industri dalam negeri.

    Ke depan, BPS memperkirakan perbaikan pasar tenaga kerja akan berlangsung secara bertahap seiring stabilitas ekonomi dan peningkatan investasi. Meski demikian, tantangan struktural seperti kualitas sumber daya manusia dan distribusi lapangan kerja antarwilayah diperkirakan masih akan menjadi isu utama dalam beberapa tahun mendatang.

  • BYD Auto Kuasai Pasar EV Global Tahun 2026

    BYD Auto Kuasai Pasar EV Global Tahun 2026

    BYD Auto Kuasai Pasar EV Global Tahun 2026 - IndoBisnisNews.com

    Ketua BYD, Wang Chuanfu, mengumumkan strategi ekspansi agresif perusahaan untuk tahun 2026 dengan menghadirkan enam model baru ke pasar global. Langkah ini menegaskan komitmen BYD yang sejak 2022 telah meninggalkan produksi kendaraan berbahan bakar bensin dan sepenuhnya fokus pada kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) serta plug-in hybrid (PHEV). Teknologi Blade Battery disebut menjadi keunggulan utama yang membedakan BYD dari para pesaingnya.

    Saat ini, sekitar 77 persen penjualan BYD masih berasal dari pasar domestik Tiongkok, namun ekspor ke lebih dari 80 negara menunjukkan pertumbuhan signifikan hingga 150 persen secara tahunan. Model unggulan seperti BYD Seal hadir sebagai sedan listrik premium dengan jarak tempuh hingga 650 kilometer dan fitur teknologi canggih termasuk sistem bantuan mengemudi otonom tingkat lanjut. Sementara itu, BYD Atto 3 menjadi salah satu SUV keluarga terlaris dengan penjualan global mencapai 800 ribu unit pada 2025.

    BYD juga memperluas portofolio produknya melalui model lain seperti Sealion 7 SUV premium, Dolphin sebagai mobil kota, hingga kendaraan hybrid seperti Shark 6 pickup. Di pasar internasional, perusahaan semakin agresif, termasuk di India dengan target meraih pangsa pasar kendaraan listrik sebesar 10 persen pada 2027. Model Atto 2 yang lebih terjangkau diproyeksikan menjadi pendorong utama penetrasi di segmen entry-level.

    Dari sisi kinerja keuangan, BYD mencatat laba bersih kuartal pertama 2026 mencapai sekitar Rp120 triliun dengan kapasitas produksi harian mencapai 5.000 unit. Perusahaan juga telah menjadi merek mobil terlaris di Tiongkok sejak 2023, melampaui produsen global seperti Volkswagen. Dengan kapitalisasi pasar sekitar 120 miliar dolar AS, BYD kini bersaing langsung dengan raksasa otomotif seperti Toyota dan BMW.

    Meski menghadapi tantangan berupa tarif impor tinggi di Uni Eropa dan pembatasan di Amerika Serikat, BYD terus memperkuat strategi global dengan membangun fasilitas produksi di berbagai negara, termasuk Hungaria, Thailand, Brasil, dan India. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan sekaligus memperkuat rantai pasok global.

    Analis memperkirakan penjualan BYD dapat mencapai 5,5 juta unit pada 2026, dengan penguasaan sekitar 25 persen pasar kendaraan listrik di Tiongkok. Investasi besar dalam riset dan pengembangan, termasuk teknologi baterai generasi baru, diyakini akan semakin memperkuat posisi BYD dalam persaingan global dan mempercepat transisi industri otomotif menuju era elektrifikasi.

    Tags: Ekspansi Global BYD 2026, Wang Chuanfu, Teknologi Baterai Blade, Pangsa Pasar Kendaraan Listrik

  • Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed, Soroti Ancaman terhadap Independensi Bank Sentral

    Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed, Soroti Ancaman terhadap Independensi Bank Sentral

    _Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed, Soroti Ancaman terhadap Independensi Bank Sentral - IndoBisnisNews.com

    Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memastikan akan tetap bertahan di bank sentral Amerika Serikat meski masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada pertengahan Mei 2026. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 April 2026 waktu setempat, dan langsung menjadi perhatian pasar global.

    Powell menegaskan bahwa dirinya tidak akan sepenuhnya meninggalkan Federal Reserve. Ia memastikan akan tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur setelah masa kepemimpinannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei 2026. Keputusan ini sekaligus mematahkan spekulasi bahwa ia akan mundur total dari institusi tersebut.

    Dalam pernyataannya, Powell menyebut alasan utama di balik keputusannya adalah kekhawatiran terhadap tekanan politik dan hukum yang dinilai dapat mengganggu independensi bank sentral. Ia menilai situasi saat ini tidak biasa dan membutuhkan stabilitas internal. Ia bahkan menegaskan bahwa ancaman terhadap independensi The Fed masih belum sepenuhnya selesai, sehingga kehadirannya dianggap penting untuk menjaga keseimbangan institusi.

    Powell juga menekankan bahwa dirinya tidak akan berperan sebagai “ketua bayangan” setelah lengser. Ia menyebut akan mengambil posisi dengan profil rendah dan bertindak sebagai anggota dewan yang konstruktif. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran bahwa keberadaannya dapat memengaruhi kepemimpinan baru.

    Keputusan Powell ini muncul di tengah dinamika politik yang cukup panas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah menunjuk Kevin Warsh sebagai calon pengganti Powell. Bahkan, tekanan terhadap Powell sempat meningkat, termasuk ancaman pemecatan sebelum masa jabatannya berakhir.

    Di sisi lain, langkah Powell untuk tetap bertahan dinilai sebagai keputusan yang tidak lazim dalam sejarah The Fed. Ini menjadi kali pertama sejak puluhan tahun terakhir seorang mantan ketua memilih tetap berada di Dewan Gubernur setelah masa jabatannya berakhir.

    Dalam konteks kebijakan moneter, keputusan ini juga beriringan dengan langkah The Fed yang kembali menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%–3,75% dalam rapat terbaru. Powell menilai ekonomi Amerika Serikat masih “cukup tangguh” meski menghadapi tekanan global, termasuk konflik geopolitik dan kenaikan harga energi.

    Hingga 30 April 2026, pasar keuangan global masih mencermati dampak dari keputusan Powell tersebut. Di satu sisi, keberlanjutan perannya dianggap memberi stabilitas, namun di sisi lain juga memunculkan dinamika baru dalam hubungan antara bank sentral dan pemerintah. Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada bagaimana Powell menjalankan peran barunya, sekaligus bagaimana kepemimpinan baru The Fed akan mengambil arah kebijakan di tengah tekanan ekonomi global.

    Tags: jerome powell, jerome powell the fed, jerome powell bertahan

  • Struktur Kementerian Dirapikan, Maman Fokus Kopdes dan Data UMKM

    Struktur Kementerian Dirapikan, Maman Fokus Kopdes dan Data UMKM

    Struktur Kementerian Dirapikan, Maman Fokus Kopdes dan Data UMKM - IndoBisnisNews.com

    JAKARTA — Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong percepatan penguatan koperasi desa melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih serta pengembangan sistem satu data UMKM sebagai bagian dari pembenahan struktur kelembagaan kementerian.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi berbasis desa sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil. Maman menilai konsolidasi program dan data menjadi kunci agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.

    Salah satu fokus utama adalah percepatan implementasi Kopdes Merah Putih. Program ini dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi di desa yang mampu menyerap produk lokal sekaligus menjadi agregator UMKM.

    Pemerintah menargetkan puluhan ribu koperasi desa dapat beroperasi sepanjang 2026. Selain sebagai wadah distribusi, koperasi ini juga berfungsi menyediakan akses pembiayaan, logistik, hingga pemasaran produk UMKM di tingkat lokal.

    Kopdes Merah Putih juga diposisikan sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi dari desa, dengan memperkuat rantai produksi dan distribusi berbasis lokal. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap ketergantungan pada impor dapat ditekan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di daerah.

    Di sisi lain, Maman menekankan pentingnya integrasi data melalui program satu data UMKM. Selama ini, data pelaku usaha tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, sehingga menyulitkan perumusan kebijakan yang tepat.

    Melalui satu data UMKM, pemerintah ingin memastikan seluruh informasi pelaku usaha—mulai dari jumlah, sektor, hingga kebutuhan—terkonsolidasi dalam satu sistem. Dengan demikian, program bantuan, pembiayaan, maupun pelatihan dapat disalurkan secara lebih akurat dan efisien.

    Pengamat menilai integrasi data ini krusial untuk menghindari tumpang tindih kebijakan serta meningkatkan efektivitas program pemberdayaan UMKM. Selain itu, data yang terintegrasi juga dapat menjadi dasar dalam menarik investasi dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil.

    Namun, tantangan implementasi tetap ada, terutama dalam hal sinkronisasi antar lembaga dan kesiapan infrastruktur digital di daerah. Tanpa koordinasi yang kuat, program satu data berisiko tidak berjalan optimal.

    Ke depan, kombinasi antara penguatan koperasi desa dan integrasi data diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas. Pemerintah menargetkan kebijakan ini tidak hanya meningkatkan jumlah pelaku usaha, tetapi juga kualitas dan daya saing mereka di pasar nasional maupun global.

    Tags: Menteri UMKM; Kopdes; restruktur lembaga; restruktur program; Maman Abdurrahman

  • Investasi RI Menguat di Tengah Geopolitik Global, Ini Peluang Besarnya

    Investasi RI Menguat di Tengah Geopolitik Global, Ini Peluang Besarnya

    Investasi RI Menguat di Tengah Geopolitik Global, Ini Peluang Besarnya - IndoBisnisNews.com

    JAKARTA — Indonesia dinilai memiliki peluang besar sebagai tujuan investasi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia. Pemerintah menyebut stabilitas ekonomi dan politik domestik menjadi faktor utama yang menjaga minat investor tetap tinggi meski kondisi global bergejolak.

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia termasuk negara yang relatif aman dari dampak langsung konflik global, sehingga menjadi pilihan menarik bagi investor internasional. Posisi geopolitik yang tidak berada di pusat konflik serta kebijakan luar negeri yang cenderung netral menjadi nilai tambah tersendiri.

    Data terbaru menunjukkan arus investasi tetap kuat di tengah tekanan global. Realisasi investasi pada kuartal I 2026 mencapai sekitar Rp498,79 triliun, melampaui target pemerintah dan tumbuh lebih dari 7 persen secara tahunan. Capaian ini menandakan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga.

    Selain stabilitas, daya tarik utama Indonesia terletak pada besarnya pasar domestik dan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi yang kuat, Indonesia menawarkan peluang ekspansi bagi investor, terutama di sektor industri, infrastruktur, dan ekonomi digital.

    Pemerintah juga mendorong strategi hilirisasi sebagai magnet investasi. Kebijakan ini berfokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam, seperti pengolahan nikel untuk baterai kendaraan listrik. Kawasan industri seperti Morowali Industrial Park menjadi contoh nyata bagaimana investasi asing masuk untuk mengembangkan industri berbasis mineral.

    Di sisi lain, penguatan ekosistem investasi terus dilakukan melalui lembaga khusus. Salah satunya adalah Indonesia Investment Authority yang dibentuk untuk menarik pendanaan global dan mempercepat pembangunan proyek strategis nasional. Lembaga ini dirancang untuk menjembatani investasi asing dengan kebutuhan pembiayaan domestik.

    Namun, tantangan tetap ada. Ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, serta persaingan antarnegara dalam menarik investasi menjadi faktor yang harus diantisipasi. Selain itu, kepastian regulasi dan kemudahan berusaha masih menjadi perhatian utama investor.

    Pengamat menilai momentum geopolitik saat ini justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi alternatif di Asia. Dengan kombinasi stabilitas, sumber daya alam, dan pasar besar, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan.

    Ke depan, konsistensi kebijakan dan percepatan reformasi struktural dinilai akan menjadi kunci dalam menjaga daya tarik investasi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.

    Tags: Investasi; Investasi RI; Investasi global; Konflik Global; Saham

  • UMKM Tak Terdampak BBM Nonsubsidi, Harga Plastik Justru Melonjak

    UMKM Tak Terdampak BBM Nonsubsidi, Harga Plastik Justru Melonjak

    UMKM Tak Terdampak BBM Nonsubsidi, Harga Plastik Justru Melonjak - IndoBisnisNews.com

    JAKARTA — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dipastikan tidak berdampak signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, di sisi lain, pelaku usaha justru menghadapi tekanan baru dari melonjaknya harga bahan baku plastik yang dinilai semakin membebani biaya produksi.

    Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut struktur konsumsi energi UMKM masih didominasi oleh BBM bersubsidi seperti Pertalite, solar subsidi, dan LPG 3 kilogram. Karena itu, kenaikan BBM nonsubsidi yang terjadi sejak pertengahan April 2026 tidak secara langsung memukul operasional usaha kecil.

    Menurutnya, dampak utama yang dirasakan pelaku UMKM justru berasal dari kenaikan harga plastik yang digunakan sebagai kemasan produk. Keluhan tersebut disebut menjadi isu paling banyak disampaikan pelaku usaha dalam beberapa waktu terakhir.

    Kenaikan harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku global. Salah satu penyebab utamanya adalah terganggunya distribusi nafta—bahan dasar plastik—akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi meningkat, terutama bagi UMKM yang bergantung pada kemasan plastik.

    Pemerintah merespons kondisi tersebut dengan membuka alternatif pasokan bahan baku dari berbagai negara seperti India, Afrika, dan Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga plastik dalam jangka pendek sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu wilayah pasokan.

    Selain itu, pemerintah juga mulai mengkaji penggunaan bahan pengganti plastik berbasis sumber daya lokal, seperti singkong dan rumput laut. Namun, pengembangan alternatif ini masih memerlukan waktu karena harus melalui tahap riset dan pengujian sebelum bisa digunakan secara luas.

    Di lapangan, lonjakan harga plastik bahkan dilaporkan bisa mencapai puluhan hingga mendekati 100 persen untuk beberapa jenis kemasan. Kondisi ini memaksa pelaku UMKM menyesuaikan strategi usaha, mulai dari menaikkan harga jual hingga mengurangi ukuran produk.

    Pengamat menilai situasi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap UMKM tidak selalu berasal dari energi, tetapi juga dari rantai pasok bahan baku. Tanpa intervensi cepat, kenaikan biaya produksi berpotensi menekan margin usaha kecil dan melemahkan daya saing.

    Ke depan, stabilisasi harga bahan baku dinilai menjadi kunci untuk menjaga ketahanan UMKM, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

    Tags: UMKM; BBM; Krisis plastik; Krisis global; Dampak krisis

  • Izin Dicabut, Toba Pulp Lestari Umumkan PHK Massal yang Mengguncang Ribuan Pekerja

    Izin Dicabut, Toba Pulp Lestari Umumkan PHK Massal yang Mengguncang Ribuan Pekerja

    Izin Dicabut, Toba Pulp Lestari Umumkan PHK Massal yang Mengguncang Ribuan Pekerja - IndoBisnisNews.com

    Kabar pahit datang dari dunia industri kehutanan dan kertas Indonesia. PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), perusahaan produsen pulp yang telah beroperasi selama puluhan tahun di kawasan Sumatera Utara, terpaksa mengumumkan pemutusan hubungan kerja secara massal menyusul keputusan pemerintah mencabut izin konsesi lahan yang selama ini menjadi fondasi utama operasional bisnis perusahaan tersebut.

    Pencabutan izin konsesi merupakan pukulan telak yang langsung mengguncang keberlangsungan operasional INRU. Tanpa akses terhadap lahan hutan tanaman industri yang menjadi sumber bahan baku utama, perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan sebagian besar lini produksinya, yang berimbas langsung pada ribuan karyawan yang selama ini menggantungkan nafkah dan kehidupan keluarga mereka pada perusahaan tersebut.

    Keputusan pencabutan izin konsesi disebut berkaitan dengan berbagai persoalan yang telah lama membayangi operasional INRU, termasuk dugaan pelanggaran ketentuan pengelolaan hutan berkelanjutan dan konflik lahan dengan masyarakat adat setempat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang memuaskan semua pihak.

    Para pekerja yang terdampak PHK massal ini kini menghadapi ketidakpastian yang sangat berat. Serikat pekerja mendesak manajemen INRU untuk memastikan seluruh hak-hak karyawan terpenuhi sesuai ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan kompensasi lainnya yang menjadi hak mutlak setiap pekerja yang diberhentikan.

    Pemerintah daerah Sumatera Utara bergerak cepat menyiapkan program penyerapan tenaga kerja darurat bagi para korban PHK, sementara berbagai pihak mendesak adanya solusi jangka panjang yang memperhatikan nasib ribuan keluarga yang hidupnya kini berada di persimpangan yang penuh ketidakpastian.

    Tags: Toba Pulp Lestari, INRU, PHK massal, izin konsesi dicabut, industri pulp Indonesia

  • Menkeu Purbaya Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp 120 Triliun, APBN Disebut Masih Kuat

    Menkeu Purbaya Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp 120 Triliun, APBN Disebut Masih Kuat

    Menkeu Purbaya Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp 120 Triliun, APBN Disebut Masih Kuat - IndoBisnisNews.com

    Sebuah narasi menyesatkan tengah beredar kencang di media sosial dan menjadi perbincangan serius dalam beberapa hari terakhir. 

    Isinya menyebut kas negara hanya tersisa Rp 120 triliun dan pemerintah akan mengambil uang masyarakat di bank untuk mendanai program prioritas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung membantah isu tersebut dalam keterangan resmi, Jumat, 24 April 2026.

    “Isu dana negara yang tinggal Rp 120 triliun, habis itu habis, tidak benar,” tegas Purbaya dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jumat (24/4/2026). Ia meminta masyarakat tidak perlu takut. “Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup, dan uang kita masih banyak,” tambahnya.

    Purbaya menjelaskan duduk perkara sebenarnya. Angka Rp 120 triliun yang beredar adalah bagian dari Saldo Anggaran Lebih yang biasa ditempatkan di Bank Indonesia. Total SAL pemerintah saat ini justru mencapai Rp 420 triliun. Dari jumlah itu, Rp 300 triliun sisanya ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito on call yang bisa ditarik kapan saja sesuai kebutuhan pemerintah.

    “Dulu biasanya ditaruh di BI, sekarang harusnya masuk ke ekonomi. Itu yang menunjang pertumbuhan ekonomi selama beberapa bulan terakhir. Tapi uangnya tidak habis, masih deposito saya. Itu langkah yang pintar sebetulnya,” kata Purbaya.

    Data kinerja APBN turut mempertegas bantahan tersebut. Hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat Rp 574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan, didorong oleh kenaikan penerimaan pajak yang melonjak 20,7 persen. Defisit APBN terjaga di level 0,93 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman 3 persen yang diamanatkan undang-undang.

    Purbaya menyebut kondisi APBN Indonesia bahkan mendapat pujian dari investor internasional saat kunjungannya ke Amerika Serikat pekan lalu. IMF dan Bank Dunia pun tidak lagi mempertanyakan soal defisit anggaran Indonesia.

    Tags: Purbaya APBN aman, kas negara Rp 120 triliun hoaks, SAL pemerintah, APBN Maret 2026, kondisi keuangan negara, Kemenkeu April 2026 

  • SPPG masuk Sensus Ekonomi 2026

    SPPG masuk Sensus Ekonomi 2026

    SPPG masuk Sensus Ekonomi 2026 - IndoBisnisNews.com

    Bandung – Pemerintah berencana memasukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah memiliki sertifikat halal ke dalam Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Jawa Barat.

    Langkah ini bertujuan untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai sektor pelayanan gizi. Informasi tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan.

    SPPG dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat. Dengan adanya data yang lengkap, program dapat dirancang lebih efektif.

    Pengamat kebijakan publik menilai bahwa integrasi data menjadi langkah strategis. Keputusan berbasis data akan memberikan hasil yang lebih optimal.

    Selain itu, sertifikasi halal juga menjadi nilai tambah bagi layanan tersebut. Kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting.

    Dengan langkah ini, diharapkan sektor pelayanan gizi dapat berkembang lebih baik.

    Tags: SPPG, halal, ekonomi