Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed, Soroti Ancaman terhadap Independensi Bank Sentral

_Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed, Soroti Ancaman terhadap Independensi Bank Sentral - IndoBisnisNews.com
_Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed, Soroti Ancaman terhadap Independensi Bank Sentral - IndoBisnisNews.com

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memastikan akan tetap bertahan di bank sentral Amerika Serikat meski masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada pertengahan Mei 2026. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 April 2026 waktu setempat, dan langsung menjadi perhatian pasar global.

Powell menegaskan bahwa dirinya tidak akan sepenuhnya meninggalkan Federal Reserve. Ia memastikan akan tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur setelah masa kepemimpinannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei 2026. Keputusan ini sekaligus mematahkan spekulasi bahwa ia akan mundur total dari institusi tersebut.

Dalam pernyataannya, Powell menyebut alasan utama di balik keputusannya adalah kekhawatiran terhadap tekanan politik dan hukum yang dinilai dapat mengganggu independensi bank sentral. Ia menilai situasi saat ini tidak biasa dan membutuhkan stabilitas internal. Ia bahkan menegaskan bahwa ancaman terhadap independensi The Fed masih belum sepenuhnya selesai, sehingga kehadirannya dianggap penting untuk menjaga keseimbangan institusi.

Powell juga menekankan bahwa dirinya tidak akan berperan sebagai “ketua bayangan” setelah lengser. Ia menyebut akan mengambil posisi dengan profil rendah dan bertindak sebagai anggota dewan yang konstruktif. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran bahwa keberadaannya dapat memengaruhi kepemimpinan baru.

Keputusan Powell ini muncul di tengah dinamika politik yang cukup panas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah menunjuk Kevin Warsh sebagai calon pengganti Powell. Bahkan, tekanan terhadap Powell sempat meningkat, termasuk ancaman pemecatan sebelum masa jabatannya berakhir.

Di sisi lain, langkah Powell untuk tetap bertahan dinilai sebagai keputusan yang tidak lazim dalam sejarah The Fed. Ini menjadi kali pertama sejak puluhan tahun terakhir seorang mantan ketua memilih tetap berada di Dewan Gubernur setelah masa jabatannya berakhir.

Dalam konteks kebijakan moneter, keputusan ini juga beriringan dengan langkah The Fed yang kembali menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%–3,75% dalam rapat terbaru. Powell menilai ekonomi Amerika Serikat masih “cukup tangguh” meski menghadapi tekanan global, termasuk konflik geopolitik dan kenaikan harga energi.

Hingga 30 April 2026, pasar keuangan global masih mencermati dampak dari keputusan Powell tersebut. Di satu sisi, keberlanjutan perannya dianggap memberi stabilitas, namun di sisi lain juga memunculkan dinamika baru dalam hubungan antara bank sentral dan pemerintah. Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada bagaimana Powell menjalankan peran barunya, sekaligus bagaimana kepemimpinan baru The Fed akan mengambil arah kebijakan di tengah tekanan ekonomi global.

Tags: jerome powell, jerome powell the fed, jerome powell bertahan

+ posts