Yoga Adi

  • Evakuasi Korban Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar Masih Berlangsung, Puluhan Penghuni Diselamatkan

    Evakuasi Korban Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar Masih Berlangsung, Puluhan Penghuni Diselamatkan

    Evakuasi Korban Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar Masih Berlangsung, Puluhan Penghuni Diselamatkan - IndoBisnisNews.com

    Proses evakuasi korban kebakaran di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, masih terus berlangsung hingga Kamis, 30 April 2026 siang. Insiden yang terjadi sejak pagi hari ini memicu kepanikan penghuni, sementara petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat berjibaku mengevakuasi warga yang sempat terjebak di dalam gedung akibat kepulan asap tebal.

    Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, jumlah korban yang berhasil dievakuasi terus bertambah seiring proses penyisiran di lokasi. Hingga sekitar pukul 11.20 WIB, tercatat sedikitnya 34 orang terdampak dalam peristiwa ini, dengan sebagian mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan akibat menghirup asap.

    Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, dengan sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di area panel basement. Kepulan asap pertama kali terlihat dari salah satu lantai bangunan, yang kemudian dengan cepat memenuhi area dalam apartemen dan memaksa penghuni berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

    Petugas pemadam kebakaran yang kebetulan berada di dekat lokasi langsung bergerak cepat melakukan pemadaman sekaligus evakuasi. Dalam proses penyelamatan, sejumlah penghuni yang terjebak di lantai atas harus diturunkan menggunakan tangga darurat dan tali pengaman. Evakuasi dilakukan secara bertahap untuk menghindari risiko jatuh di tengah kondisi darurat yang penuh asap tebal.

    Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 07.31 WIB, dan petugas mulai melakukan pemadaman sembilan menit kemudian. Api berhasil dikendalikan sebelum pukul 10.00 WIB, namun proses pendinginan dan evakuasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam gedung.

    Sejumlah korban yang mengalami sesak napas langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi, termasuk terapi oksigen, sementara beberapa lainnya harus dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Hingga saat ini, petugas masih melakukan penyisiran ke setiap lantai guna memastikan seluruh penghuni telah berhasil dievakuasi dengan aman.

    Insiden ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan gedung dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di hunian vertikal. Hingga Kamis siang, otoritas masih terus bekerja di lokasi, sementara penyebab pasti kebakaran akan didalami lebih lanjut setelah seluruh proses evakuasi dan pendinginan dinyatakan selesai.

    Tags: apartemen mediterania, apartemen mediterania kebakaran, korban kebakaran apartemen mediterania

  • Prabowo Apresiasi TPST Banyumas, Target “Zero Sampah 2028” Jadi Sorotan Nasional 

    Prabowo Apresiasi TPST Banyumas, Target “Zero Sampah 2028” Jadi Sorotan Nasional 

    Prabowo Apresiasi TPST Banyumas, Target “Zero Sampah 2028” Jadi Sorotan Nasional  - IndoBisnisNews.com

    Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan sampah terpadu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Banyumas, Jawa Tengah, saat kunjungan kerjanya pada akhir April 2026. Dalam agenda yang berlangsung di TPST Banyumas, Prabowo menilai sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi lokal tersebut sebagai salah satu model paling efektif yang bisa direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

    Dalam pernyataannya yang dikutip pada Selasa, 28 April 2026, Prabowo menyebut bahwa TPST Banyumas menunjukkan pendekatan yang sederhana namun efektif dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di banyak wilayah. Ia bahkan menegaskan bahwa pemerintah pusat akan mendorong seluruh pemerintah daerah untuk meniru sistem yang diterapkan di Banyumas sebagai bagian dari strategi nasional menuju target “zero sampah” pada 2028.

    Prabowo juga menyoroti bahwa meskipun masih terdapat sejumlah kendala dalam operasional TPST tersebut, model yang dikembangkan di Banyumas tetap dinilai berhasil menjadi solusi nyata pengelolaan sampah berbasis daerah. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya relevan untuk kabupaten di Jawa Tengah, tetapi juga dapat diterapkan di kota besar yang masih menghadapi penumpukan sampah, termasuk wilayah metropolitan.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa teknologi yang digunakan di TPST Banyumas sebagian besar merupakan inovasi lokal yang tidak terlalu kompleks namun memiliki dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah. Ia menyebut pendekatan seperti ini perlu diperluas karena lebih mudah diadopsi oleh pemerintah daerah dengan keterbatasan anggaran dan infrastruktur.

    “Ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik… menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif,” demikian penegasan Prabowo dalam kunjungan tersebut yang dikutip media nasional. Ia juga menambahkan bahwa TPST Banyumas bisa menjadi contoh bagi banyak provinsi, kabupaten, bahkan menarik perhatian dari luar negeri yang mulai mempelajari sistem pengelolaan tersebut.

    Laporan media juga menyebutkan bahwa sudah terdapat sejumlah daerah di Jawa Tengah yang mulai mengadopsi konsep serupa setelah melihat hasil dari TPST Banyumas. Pemerintah pusat disebut akan terus mendorong replikasi model ini sebagai bagian dari agenda besar pengelolaan lingkungan nasional, termasuk upaya mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) konvensional.

    Hingga akhir April 2026, program “Zero Sampah 2028” menjadi salah satu target ambisius pemerintah yang terus diperkuat melalui kolaborasi pusat dan daerah. Apresiasi Prabowo terhadap TPST Banyumas dinilai menjadi sinyal kuat bahwa model pengelolaan berbasis daerah akan menjadi salah satu pilar utama dalam kebijakan lingkungan nasional ke depan.

    Tags: bebas sampah, bebas sampah jateng, bebas sampah banyumas

  • Tak Perlu Antre dari Subuh, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Daftar Online dan Datang Sesuai Jadwal

    Tak Perlu Antre dari Subuh, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Daftar Online dan Datang Sesuai Jadwal

    Tak Perlu Antre dari Subuh, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Daftar Online dan Datang Sesuai Jadwal - IndoBisnisNews.com

    Era antre panjang sejak dini hari di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan kini resmi berakhir. Melalui transformasi digital terbaru, layanan Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik) kini memungkinkan peserta mendaftar secara online dan datang ke kantor sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    Perubahan besar ini mulai diberlakukan sejak 1 April 2026 sebagai bagian dari peningkatan layanan berbasis digital. BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan sistem antrean online yang memberikan kepastian waktu layanan, sehingga peserta tidak perlu lagi datang lebih awal hanya untuk mendapatkan nomor antrean.

    Melalui sistem terbaru tersebut, peserta cukup mengakses laman resmi Lapak Asik dan mengisi data awal seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, serta nomor kepesertaan. Setelah proses verifikasi selesai, peserta dapat melanjutkan pengajuan klaim dengan mengunggah dokumen yang dibutuhkan.

    Yang membedakan dengan sistem sebelumnya, peserta kini bisa memilih metode layanan sesuai kebutuhan. Selain layanan daring melalui video call, peserta juga dapat menentukan jadwal kedatangan ke kantor cabang terdekat. Dengan demikian, proses layanan menjadi lebih teratur dan efisien tanpa penumpukan antrean di lokasi.

    Pembaruan ini tidak hanya mempermudah proses klaim Jaminan Hari Tua (JHT), tetapi juga mencakup layanan lain seperti Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Seluruh proses dilakukan secara terintegrasi dalam satu platform digital yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan peserta.

    Sejumlah peserta menyambut positif inovasi ini karena mampu menghemat waktu dan tenaga. Sebelumnya, banyak masyarakat harus datang sejak subuh bahkan dini hari untuk menghindari antrean panjang. Kini, dengan sistem berbasis jadwal, peserta cukup datang sesuai waktu yang telah dipilih tanpa harus menunggu lama.

    Transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat layanan publik berbasis teknologi. Dengan digitalisasi, diharapkan kualitas pelayanan semakin meningkat sekaligus meminimalkan potensi kerumunan di kantor cabang.

    Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan tetap mengimbau masyarakat untuk memastikan data yang diinput sesuai dengan dokumen resmi agar proses verifikasi berjalan lancar. Peserta juga diminta menggunakan kanal resmi untuk menghindari risiko penipuan yang mengatasnamakan layanan digital.

    Dengan hadirnya sistem antrean online Lapak Asik, layanan BPJS Ketenagakerjaan kini memasuki fase baru yang lebih modern dan efisien. Bagi pekerja, perubahan ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga menjadi bukti bahwa layanan publik terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman yang serba cepat dan digital.

    Tags: lapak asik bpjs ketenagakerjaan, program lapak asik bpjs ketenagakerjaan, lapak asik bpjs ketenagakerjaan online

  • Komite Wasit Tegaskan Dua Gol Dewa United ke Gawang Persib Sah, Ini Penjelasan Lengkapnya

    Komite Wasit Tegaskan Dua Gol Dewa United ke Gawang Persib Sah, Ini Penjelasan Lengkapnya

    Komite Wasit Tegaskan Dua Gol Dewa United ke Gawang Persib Sah, Ini Penjelasan Lengkapnya - IndoBisnisNews.com

    Polemik dua gol Dewa United ke gawang Persib Bandung akhirnya mendapat penjelasan resmi. Komite Wasit PSSI memastikan bahwa kedua gol tersebut sah sesuai aturan permainan atau Laws of the Game (LOTG), meski sebelumnya menuai kontroversi luas di kalangan pemain dan suporter.

    Pertandingan antara Dewa United dan Persib Bandung pada pekan ke-28 Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Senin, 20 April 2026, memang berlangsung panas. Dewa United sempat unggul dua gol lewat Alex Martins dan Ricky Kambuaya sebelum akhirnya laga berakhir imbang 2-2 setelah dibalas oleh Thom Haye dan Andrew Jung.

    Kontroversi muncul dari proses terciptanya dua gol tersebut. Banyak pihak menilai gol pertama seharusnya dianulir karena bola dianggap sudah keluar lapangan sebelum assist terjadi. Sementara gol kedua diperdebatkan karena dugaan handball yang melibatkan pemain Dewa United.

    Menanggapi hal ini, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan bahwa keputusan wasit di lapangan sudah tepat. Dalam keterangannya pada 23 April 2026 di Jakarta, ia menjelaskan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bola benar-benar keluar lapangan pada proses gol pertama.

    Ogawa menekankan bahwa dalam situasi seperti itu, wasit harus mengandalkan komunikasi dengan asisten wasit. Karena tidak ada sinyal dari asisten bahwa bola keluar, maka permainan dianggap tetap berlangsung. Ia juga menyoroti keterbatasan teknologi di kompetisi domestik, termasuk belum adanya kamera garis gawang yang bisa memastikan posisi bola secara akurat.

    “Jika tidak ada keyakinan 100 persen bahwa bola keluar, maka permainan harus dilanjutkan,” demikian prinsip yang dijelaskan Ogawa dalam forum Referee Workshop for Media di GBK Arena, Jakarta.

    Untuk gol kedua, Kepala Departemen Wasit PSSI, Pratap Singh, memberikan penjelasan teknis. Ia menyebut insiden tersebut merupakan situasi defleksi, di mana bola terlebih dahulu mengenai bagian tubuh lain sebelum menyentuh tangan pemain. Dalam kondisi seperti itu, sentuhan tangan tidak otomatis dianggap pelanggaran.

    Menurut Pratap, aturan dalam Pasal 12 LOTG memberikan perlindungan terhadap situasi handball yang tidak disengaja, terutama jika terjadi akibat perubahan arah bola yang tidak terduga. Karena itu, wasit dinilai benar membiarkan permainan berlanjut hingga akhirnya menghasilkan gol.

    Komite Wasit juga menyinggung keterbatasan penggunaan teknologi VAR di kompetisi domestik. Dengan jumlah kamera yang masih terbatas, proses verifikasi tidak selalu mampu memberikan sudut pandang yang benar-benar memastikan keputusan. Hal ini membuat keputusan awal di lapangan tetap menjadi acuan utama jika tidak ada bukti yang jelas untuk mengubahnya.

    Dengan adanya penegasan ini, PSSI berharap polemik terkait pertandingan tersebut dapat mereda. Keputusan wasit dinilai telah mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku, meskipun perdebatan tetap muncul akibat keterbatasan teknologi yang tersedia.

    Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pengembangan kompetisi sepak bola nasional, khususnya dalam hal peningkatan kualitas perangkat pertandingan. Di tengah tuntutan transparansi dan keadilan yang semakin tinggi, kehadiran teknologi yang lebih canggih dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meminimalkan kontroversi di masa depan.

    Tags: komite wasit, komite wasit dewa united persib, komite wasit pertandingan persib