
JAKARTA, INDO BISNIS NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menjadwalkan Rapat Paripurna untuk mengesahkan penetapan Destry Damayanti, Aida S. Budiman, dan Solikin M. Juhro sebagai pimpinan Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih pada Kamis (27/8/2026). Agenda paripurna ini merupakan tindak lanjut langsung setelah Komisi XI DPR RI menyelesaikan seluruh rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon pimpinan bank sentral tersebut.
Penetapan jadwal paripurna disepakati melalui rapat konsultasi pengganti Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI. Seluruh fraksi di Komisi XI secara bulat menyetujui rekam jejak, visi, misi, dan kapabilitas ketiga tokoh tersebut untuk memimpin kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran Indonesia di periode mendatang.
Hasil Musyawarah Komisi XI Loloskan Tiga Pimpinan Terpilih
Rangkaian uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi XI DPR RI berlangsung intensif dengan membedah strategi masing-masing kandidat dalam merespons ketidakpastian ekonomi global dan dinamika kurs rupiah. Destry Damayanti dinilai berhasil meyakinkan anggota dewan melalui strategi bauran kebijakan moneter terpadu serta penguatan instrumen devisa pro-pasar.
Sementara itu, Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro dinilai memiliki kepakaran dan jam terbang tinggi dalam menjaga stabilitas inflasi pangan, pendalaman pasar keuangan, serta transformasi ekonomi digital nasional.
“Komisi XI DPR RI telah menyelesaikan uji kelayakan dan menyepakati secara musyawarah mufakat nama-nama pimpinan BI terpilih. Hasil ini langsung kami teruskan ke pimpinan DPR untuk disahkan di rapat paripurna terdekat,” ujar pimpinan Komisi XI DPR RI di Senayan, Kamis (27/8/2026).
Keputusan bulat lintas fraksi ini mencerminkan tingginya kepercayaan politik parlemen terhadap kompetensi dan integritas ketiga pejabat karier bank sentral tersebut.
Mekanisme Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Tingkat II
Sesuai dengan tata tertib persidangan DPR RI, laporan hasil uji kelayakan Komisi XI akan dibacakan secara resmi di hadapan seluruh anggota dewan dalam sidang paripurna. Pimpinan sidang paripurna akan meminta persetujuan dari seluruh anggota fraksi yang hadir secara fisik maupun daring sebelum palu keputusan diketok.
Setelah persetujuan tingkat II di paripurna disahkan, Sekretariat Jenderal DPR RI akan segera melayangkan surat resmi hasil penetapan tersebut kepada Presiden Republik Indonesia.
Presiden selanjutnya akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan resmi pimpinan Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Tahapan akhir proses suksesi ini akan ditandai dengan pengucapan sumpah dan janji jabatan para pimpinan terpilih di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA).
Harapan Pasar Keuangan terhadap Stabilitas dan Sinergi Moneter
Keputusan DPR RI menjadwalkan pengesahan pimpinan BI disambut positif oleh pelaku pasar modal, perbankan, dan investor internasional. Kepastian formasi Dewan Gubernur Bank Indonesia dinilai mampu memberikan kepastian arah kebijakan moneter di tengah gejolak suku bunga global dan tekanan nilai tukar.
Kalangan ekonom menilai kombinasi Destry Damayanti, Aida Budiman, dan Solikin Juhro merepresentasikan keseimbangan ideal antara akademisi moneter, praktisi pasar keuangan, dan ahli kebijakan makroprudensial.
Ketiga pimpinan diharapkan dapat segera mengakselerasi sinergi bauran kebijakan (policy mix) dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS.
Harmonisasi ini krusial guna memastikan transmisi pelonggaran likuiditas perbankan dapat mengalir deras ke sektor riil dan usaha produktif.
Agenda Strategis Menanti Jajaran Dewan Gubernur BI Baru
Jajaran pimpinan BI terpilih dihadapkan pada sejumlah tantangan strategis jangka pendek dan menengah. Selain target penguatan nilai tukar rupiah ke level fundamentalnya, bank sentral dituntut menjaga laju inflasi tetap berada dalam rentang sasaran nasional.
Pengembangan sistem pembayaran digital ritel, penguatan interkoneksi sistem pembayaran lintas negara (cross-border QR payment), serta persiapan peluncuran Digital Rupiah (CBDC) menjadi proyek prioritas yang harus dituntaskan.
Pengawasan ketat terhadap Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan penertiban praktik manipulasi nilai ekspor (underinvoicing) turut menjadi amanat penting yang dititipkan parlemen kepada kepemimpinan baru ini.
Kepemimpinan yang adaptif dan proaktif diharapkan mampu menjadikan Bank Indonesia sebagai jangkar stabilitas makroekonomi yang kokoh dan berdaya saing.
Penjadwalan Rapat Paripurna DPR RI untuk menetapkan Destry Damayanti, Aida S. Budiman, dan Solikin M. Juhro sebagai pimpinan Dewan Gubernur BI menandai babak baru kepemimpinan bank sentral Indonesia. Melalui kepastian suksesi kepemimpinan, kompetensi moneter yang teruji, serta komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia diharapkan dapat terus mengawal ketahanan ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
