
JAKARTA, INDO BISNIS NEWS – Dua gempa susulan terjadi kembali mengguncang daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu yang berdekatan di pagi hari Senin (17/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memastikan bahwa kedua gempa bumi dengan kekuatan 5,0 dan 5,8 tidak akan menyebabkan gelombang tsunami.
Gempa pertama tercatat mengguncang area Ruteng, Kabupaten Manggarai, lalu diikuti oleh guncangan kedua yang berpusat di bagian timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan tersebut terasa kuat di beberapa kabupaten sekitar dan sempat membuat warga setempat terkejut. Pihak berwenang bersama tim BPBD terus mengawasi dampak kerusakan yang terjadi di lapangan sekaligus memastikan keamanan warga. Warga diminta untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa berikutnya dan jangan terpengaruh oleh berita palsu yang tersebar.
Parameter Gempa Tektonik di Ruteng dan Mbay
Pusat pemantauan gempa BMKG mencatat gempa magnitudo 5,0 pertama kali terjadi di sekitar kawasan Ruteng, Kabupaten Manggarai pada dini hari. Titik episentrum gempa berlokasi di laut sekitar 75 kilometer timur laut Ruteng pada kedalaman 10 kilometer.
Selang beberapa jam kemudian, gempa susulan yang lebih kuat dengan magnitudo 5,8 terjadi pada pukul 07.46 WIB dengan pusat getaran di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa dangkal ini berada pada kedalaman hiposentrum 10 kilometer dan tidak memicu gangguan pada permukaan air laut.
Pemutakhiran parameter terus dirilis secara cepat melalui sistem deteksi otomatis guna memberikan kepastian informasi publik. Tidak adanya ancaman tsunami memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang bermukim di garis pesisir utara Flores.
Wilayah Terdampak dan Skala Intensitas Getaran
Guncangan gempa bumi magnitudo 5,8 di perairan Mbay dirasakan meluas di berbagai wilayah daratan Flores hingga pulau sekitarnya. BMKG mencatat skala intensitas III-IV MMI di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan membuat benda-benda gantung bergoyang.
Sementara itu, getaran pada skala III MMI turut dilaporkan oleh warga di wilayah Kabupaten Nagekeo, Ende, hingga Kabupaten Sumba Timur. Getaran dirasakan beberapa saat oleh warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun bangunan fasilitas umum.
Hingga saat ini, instansi teknis dan pemerintah daerah setempat belum merilis laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan struktural bangunan akibat dua gempa pada Senin pagi tersebut.
Analisis BMKG Mengenai Rangkaian Gempa Susulan
Kepala BMKG Wilayah NTT Arief Tyastama menjelaskan bahwa dua gempa bumi yang terjadi pada Senin pagi ini merupakan rangkaian aktivitas penyesuaian patahan batuan pascagempa besar. Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya telah mengguncang kawasan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pelepasan energi di zona sesar busur belakang (back-arc thrust) Flores umumnya diikuti oleh gempa-gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi. Proses stabilisasi lempeng bumi di NTT masih terus berlangsung.
BMKG menegaskan bahwa frekuensi dan kekuatan gempa susulan secara alami akan berangsur menurun seiring waktu hingga kondisi tektonik kembali stabil. Evaluasi seismik harian terus dilakukan secara terpadu bersama tim geologi nasional.
Imbauan Kesiapsiagaan dan Antisipasi Hoaks
BMKG mengingatkan masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur untuk tetap tenang namun waspada menghadapi potensi bahaya fisik. Warga diminta memeriksa kondisi ketahanan bangunan tempat tinggal dan segera menghindari struktur yang sudah retak atau rapuh akibat guncangan beruntun sebelumnya.
Arief Tyastama secara khusus mengimbau publik agar tidak mudah mempercayai isu-isu bohong atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kabar simpang siur mengenai ancaman tsunami susulan ditegaskan tidak berdasar.
Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada pembaruan data resmi yang disiarkan melalui kanal komunikasi BMKG dan BPBD setempat. Kesiapsiagaan mandiri serta pemahaman jalur evakuasi tetap menjadi langkah mitigasi utama di kawasan rawan gempa bumi.
Guncangan dua gempa susulan magnitudo 5,0 di Ruteng dan magnitudo 5,8 di Mbay pada Senin pagi memastikan perlunya kewaspadaan berkelanjutan bagi masyarakat NTT. Meskipun BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami, langkah kehati-hatian terhadap risiko kerusakan fisik bangunan harus tetap diprioritaskan. Dengan memantau informasi dari kanal resmi dan menghindari hoaks, masyarakat diharapkan dapat menjalani aktivitas harian dengan tenang dan aman.
Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
