Deretan Barang Mewah Malone Lam Tersangka Pencuri Kripto

malone
malone
Ilustrasi. Foto: Curi Rp4 2 T Di As Ini Barang Mewah Yang Dibeli Remaja Singapura Lam

JAKARTA, INDO BISNIS NEWS – Aksi kejahatan siber lintas negara yang melibatkan warga negara asing kembali mencuri perhatian dunia hukum internasional. Seorang pemuda asal Singapura bernama Malone Lam mendadak menjadi sorotan global setelah mengakui keterlibatannya dalam perampokan mata uang kripto senilai lebih dari US$245 juta atau setara dengan Rp4,2 triliun di Amerika Serikat pada Jumat, 11 September 2026.

Dana hasil kejahatan digital tersebut tidak disembunyikan secara diam-diam, melainkan dihabiskan secara ugal-ugalan untuk membiayai gaya hidup mewah yang luar biasa fantastis.

Pesta Pora dan Koleksi Barang Mewah Bernilai Miliaran Rupiah

Dalam dokumen dakwaan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), terungkap bahwa pemuda berusia 22 tahun ini membelanjakan uang hasil curiannya untuk mengoleksi puluhan mobil sport mewah, arloji kelas atas berharga jutaan dolar, hingga menyewa properti elite di kawasan Los Angeles dan Miami. Tak hanya itu, Lam juga kerap menyewa jet pribadi serta menggunakan jasa pengamanan pribadi ke mana pun ia pergi untuk menunjang citra sosialnya.

Puncak dari gaya hidup hedonismenya terlihat saat ia menghabiskan ratusan ribu dolar AS hanya dalam satu malam untuk berpesta di kelab malam mewah bersama rekan-rekannya.

“Remaja asal Singapura bernama Malone Lam menggunakan hasil curian kripto senilai Rp4,2 triliun untuk memborong mobil mewah, jam tangan eksklusif, hingga menggelar pesta pora,” tulis laporan media internasional, Jumat (11/9/2026).

Ancaman Hukuman Berat dan Proses Hukum Internasional

Akibat perbuatan kriminal terorganisir yang dilakukannya, Malone Lam kini harus menghadapi proses hukum yang sangat ketat di pengadilan federal Amerika Serikat. Ia terancam hukuman penjara hingga puluhan tahun serta kewajiban mengembalikan seluruh sisa aset hasil kejahatan guna memulihkan kerugian para korban yang terdampak.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi penegak hukum global mengenai celah keamanan dalam ekosistem aset digital serta pentingnya pengawasan transaksi siber.

Kejahatan digital berkedok teknologi tinggi pada akhirnya pasti akan terbongkar oleh ketegasan aparat penegak hukum.

+ posts

Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.