
Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Jawa Barat. Kegiatan tersebut menandai dimulainya pendataan ekonomi secara menyeluruh yang akan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang.
Jawa Barat dipilih sebagai salah satu daerah prioritas karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS, provinsi tersebut menyumbang hampir 13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan pertama 2026 dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS mengerahkan 40.573 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Jumlah tersebut merupakan salah satu yang terbesar secara nasional mengingat tingginya aktivitas ekonomi dan jumlah pelaku usaha di provinsi tersebut.
Sonny menjelaskan bahwa SE2026 menghadirkan sejumlah pembaruan dibanding sensus ekonomi sebelumnya. Salah satunya adalah durasi pendataan yang diperpanjang dari satu bulan menjadi sekitar dua setengah bulan. Selain itu, sensus kali ini tidak hanya mendata pelaku usaha, tetapi juga rumah tangga secara langsung melalui metode door to door.
Untuk pertama kalinya pula, aktivitas pertanian ikut direkam dalam sensus ekonomi. Pendataan dilakukan menggunakan perangkat digital dan didukung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna meningkatkan kualitas data serta meminimalkan kesalahan pencatatan.
Dalam acara pencanangan yang berlangsung di Kabupaten Subang, Sonny mengajak pemerintah daerah dan masyarakat mendukung pelaksanaan sensus. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang ada di lapangan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan informasi yang lengkap untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan solusi yang tepat bagi masyarakat.
SE2026 diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur ekonomi Indonesia, termasuk perkembangan usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar. Hasil sensus nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merancang berbagai program pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.
