Topan Bavi Paksa 14.000 Warga Taiwan Mengungsi, Ratusan Penerbangan Batal

Topan Bavi Paksa 14.000 Warga Taiwan Mengungsi, Ratusan Penerbangan Batal
Ilustrasi. Foto: Topan Bavi Paksa 14.000 Warga Taiwan Mengungsi, Ratusan Penerbangan Batal

Lebih dari 14.000 warga Taiwan dievakuasi dari kawasan rawan ketika Topan Bavi membawa hujan deras dan angin kencang ke wilayah tersebut pada Sabtu (11/7/2026). Pemerintah juga menghentikan berbagai aktivitas, menutup sekolah dan perkantoran di sejumlah daerah, serta membatalkan ratusan penerbangan sebagai langkah keselamatan.

Evakuasi terutama dilakukan terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dan daerah dengan risiko banjir maupun longsor. Meski Taiwan akhirnya terhindar dari dampak terburuk badai, curah hujan di beberapa lokasi tercatat mendekati satu meter dan kondisi cuaca tetap memicu gangguan luas terhadap aktivitas masyarakat.

Sektor transportasi menjadi salah satu yang paling terdampak. Sebanyak 920 penerbangan internasional dan 282 penerbangan domestik dibatalkan. Kendati demikian, sebagian layanan kereta cepat masih dapat beroperasi di tengah pembatasan yang diterapkan akibat cuaca ekstrem. Tidak ada korban meninggal yang dilaporkan di Taiwan akibat Topan Bavi.

Setelah melintasi dekat Taiwan dan sebelumnya menghantam Kepulauan Sakishima di selatan Jepang, Bavi bergerak menuju pesisir timur China. Otoritas China kemudian mengevakuasi lebih dari 600.000 orang menjelang perkiraan pendaratan badai di sekitar Wenzhou, kota besar di Provinsi Zhejiang.

Lebih dari 500.000 warga dievakuasi di Zhejiang, sementara sedikitnya 100.000 orang lainnya dipindahkan dari kawasan berisiko di Provinsi Fujian. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hujan lebat, banjir, gelombang tinggi, dan angin kencang yang dibawa sistem badai berukuran besar.

Bavi diperkirakan sedikit melemah setelah bergerak melewati perairan yang lebih dingin. Namun, pita hujan yang luas dan kandungan uap air tinggi membuat ancaman banjir tetap menjadi perhatian utama menjelang badai mencapai daratan China.

Dampak Bavi juga terasa lebih luas di kawasan Asia. Di Filipina, hujan monsun yang diperkuat oleh pengaruh badai dilaporkan menewaskan 17 orang. Sementara itu, Jepang sebelumnya menghadapi hujan deras, angin kuat, serta gangguan penerbangan ketika topan melintasi wilayah kepulauan selatan.

Otoritas di kawasan terdampak terus memantau pergerakan Bavi dan meminta masyarakat mengikuti peringatan resmi. Ancaman kini bergeser ke pesisir timur China, dengan hujan lebat dan banjir menjadi risiko utama meskipun kekuatan topan diperkirakan menurun sebelum mencapai daratan.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.