
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami temuan puluhan kilogram logam mulia yang diduga berupa platinum di dalam mobil milik Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim. Barang tersebut ditemukan saat operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat kepala daerah itu dalam kasus dugaan korupsi proyek di Kabupaten Langkat.
Penyidik mengungkapkan logam mulia yang ditemukan berbentuk 55 keping dengan berat total sekitar 55 kilogram. Berdasarkan penelusuran awal terhadap harga pasar, nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai sekitar Rp40 miliar. Meski demikian, KPK menegaskan nilai tersebut masih bersifat estimasi karena keaslian dan spesifikasi logam masih akan diperiksa oleh ahli yang berkompeten.
Selain menelusuri asal-usul platinum tersebut, penyidik juga akan meminta penjelasan dari Syah Afandin mengenai kepemilikan barang bernilai tinggi itu. KPK berencana melibatkan pihak yang memiliki keahlian dalam identifikasi logam mulia, termasuk lembaga yang berwenang melakukan pengujian, untuk memastikan apakah benda yang ditemukan benar merupakan platinum serta menentukan nilai ekonominya secara akurat.
Dalam OTT tersebut, penyidik tidak hanya mengamankan logam mulia. KPK juga menyita uang tunai sekitar Rp100 juta yang diduga berkaitan dengan perkara suap, uang dalam berbagai mata uang asing senilai sekitar Rp1,22 miliar, dua rekening bank atas nama Syah Afandin dengan saldo sekitar Rp2,27 miliar, serta sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang kini menjadi bagian dari proses penyidikan.
Syah Afandin telah ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang pihak swasta bernama Yaqub Abdhal Al Mu’arif. Keduanya diduga terlibat dalam praktik suap yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Penyidik masih terus mengembangkan perkara untuk menelusuri aliran dana maupun aset lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi tersebut.
KPK menegaskan seluruh barang bukti yang disita akan diteliti secara menyeluruh sebagai bagian dari pembuktian perkara. Proses penyidikan juga diarahkan untuk mengungkap asal-usul kekayaan yang ditemukan sehingga dapat memberikan gambaran utuh mengenai dugaan tindak pidana yang sedang ditangani.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
