
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun dari APBN untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat. Dana tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai fasilitas publik yang terdampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan tahap awal pekerjaan difokuskan pada perbaikan Bendung Koto Tuo dan Bendung Gunung Nago serta penanganan sejumlah titik pengendali banjir yang mengalami kerusakan. Selain itu, pemerintah juga akan membangun dinding penahan tanah, memperkuat tebing sungai, dan membangun cek dam untuk mengendalikan sedimentasi di kawasan Batang Kuranji maupun Air Dingin.
Kementerian PU menargetkan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun. Namun, pelaksanaan proyek bergantung pada percepatan penyelesaian pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota Padang. Pemerintah pusat berharap seluruh persoalan lahan dapat dituntaskan agar pekerjaan fisik dapat dimulai sesuai target pada Agustus 2026.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh program pemulihan tersebut. Dukungan itu meliputi percepatan pembebasan lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, hingga penataan ruang sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana jangka panjang. Jika diperlukan, pemerintah juga membuka opsi relokasi warga yang tinggal di kawasan dengan tingkat risiko tinggi demi meningkatkan keselamatan masyarakat.
Program pemulihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana. Selain memulihkan fasilitas yang rusak, proyek tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi banjir dan longsor di masa mendatang melalui peningkatan kapasitas pengendalian air dan penguatan kawasan rawan bencana. Pemerintah menilai sinergi antara Kementerian PU dan Pemerintah Kota Padang menjadi kunci agar proses rehabilitasi berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
