Kredit Macet Paylater Meningkat, Penurunan Daya Beli Jadi Sorotan

Kredit Macet Paylater Meningkat, Penurunan Daya Beli Jadi Sorotan
Ilustrasi. Foto: Kredit Macet Paylater Meningkat, Penurunan Daya Beli Jadi Sorotan

Tingkat kredit bermasalah pada layanan buy now pay later (paylater) menunjukkan tren meningkat seiring melemahnya kemampuan bayar sebagian masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah perlambatan daya beli dan meningkatnya tekanan terhadap keuangan rumah tangga, meskipun penggunaan layanan pembiayaan digital masih terus bertumbuh.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kenaikan rasio kredit macet mencerminkan tekanan yang mulai dirasakan kelompok masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Menurutnya, pertumbuhan penggunaan paylater tidak selalu diikuti dengan peningkatan kapasitas finansial pengguna. Akibatnya, sebagian konsumen mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran ketika pengeluaran meningkat atau pendapatan tidak bertambah secara signifikan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kualitas pembiayaan digital masih berada dalam kategori yang dapat dikendalikan, namun tren peningkatan gagal bayar perlu diwaspadai. Kenaikan rasio kredit bermasalah terjadi bersamaan dengan terus bertambahnya nilai penyaluran pembiayaan melalui layanan paylater dan pinjaman daring. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan industri tetap berlangsung, tetapi dibayangi risiko kredit yang ikut meningkat.

INDEF menilai kondisi ekonomi global yang belum stabil turut memengaruhi kemampuan konsumsi masyarakat. Tekanan inflasi pada sejumlah kebutuhan, ketidakpastian lapangan kerja, hingga melambatnya pertumbuhan pendapatan membuat sebagian rumah tangga semakin bergantung pada fasilitas pembiayaan jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, apabila penggunaan kredit tidak disertai pengelolaan keuangan yang baik, risiko gagal bayar akan semakin besar.

Pengamat juga mengingatkan penyedia layanan paylater agar memperkuat prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan, termasuk melalui penilaian profil risiko calon pengguna. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mencegah peningkatan kredit bermasalah di masa mendatang. Sementara itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan paylater secara bijak dengan mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengambil fasilitas kredit agar kondisi keuangan tetap sehat. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang terus berkembang, keseimbangan antara akses pembiayaan dan pengelolaan risiko menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus melindungi konsumen dari beban utang yang berlebihan.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.