
Ritual adat yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima gelar kehormatan adat di Lampung memunculkan beragam tafsir politik. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai prosesi Jokowi menginjak kepala kerbau dalam rangkaian upacara adat dapat dibaca sebagai simbol komunikasi politik yang menunjukkan keberanian menghadapi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), meski ritual tersebut tetap merupakan bagian dari tradisi masyarakat adat Lampung.
Prosesi tersebut berlangsung ketika Jokowi menerima gelar adat dari sejumlah kerajaan adat di Lampung. Salah satu rangkaian upacara mengharuskan penerima gelar menginjak kepala kerbau sebagai simbol dalam tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Setelah foto dan video prosesi beredar luas, muncul berbagai spekulasi di media sosial yang mengaitkan simbol kepala kerbau dengan logo PDIP.
Agung Baskoro menilai, di tengah hubungan politik Jokowi dan PDIP yang terus menjadi perhatian publik, simbol-simbol budaya berpotensi dimaknai sebagai bentuk komunikasi politik. Namun, ia mengingatkan bahwa tafsir tersebut merupakan analisis politik, bukan tujuan resmi dari pelaksanaan ritual adat itu sendiri.
Di sisi lain, tokoh adat Lampung menegaskan prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan tidak berkaitan dengan simbol partai politik mana pun. Ritual tersebut menjadi bagian dari pengukuhan gelar adat yang memiliki makna penghormatan, persaudaraan, serta penerimaan seseorang ke dalam lingkungan adat Lampung.
Perdebatan mengenai makna simbolik prosesi tersebut kemudian memicu berbagai respons dari kalangan politik. Sejumlah pihak memandangnya sebagai bagian dari kebudayaan yang tidak semestinya dipolitisasi, sementara pihak lain melihat simbol-simbol yang muncul sebagai bentuk pesan politik yang dapat ditafsirkan beragam sesuai konteks hubungan Jokowi dengan PDIP.
Terlepas dari berbagai penafsiran yang berkembang, prosesi adat tersebut menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah meningkatnya dinamika politik nasional, termasuk aktivitas safari politik Jokowi di sejumlah daerah. Pengamat menilai simbol-simbol budaya kerap memiliki dimensi komunikasi politik, tetapi pemaknaannya tetap bergantung pada perspektif masing-masing pihak.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
