
JAKARTA — Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total korban meninggal mencapai 14 orang, dengan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.52 WIB di jalur Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL berhenti di jalur setelah mengalami gangguan akibat insiden dengan kendaraan di perlintasan. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang KRL.
Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL, terutama gerbong khusus perempuan yang menjadi titik terdampak paling serius. Banyak penumpang terjebak di dalam gerbong yang ringsek, sehingga proses evakuasi berlangsung cukup lama. KAI menyampaikan bahwa selain korban meninggal, sedikitnya 84 orang mengalami luka dan telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di sekitar Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat.
Proses evakuasi dilakukan secara terpadu oleh Basarnas, TNI, Polri, serta tenaga medis hingga Selasa pagi. Jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga. Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memastikan seluruh biaya perawatan korban luka maupun pemakaman korban meninggal akan ditanggung melalui skema asuransi dan dukungan perusahaan. Pemerintah juga telah meminta investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menelusuri berbagai aspek, termasuk sistem operasional, kondisi jalur, serta faktor eksternal yang memicu insiden.
Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden paling fatal dalam beberapa tahun terakhir di sektor perkeretaapian Indonesia. Selain menimbulkan korban jiwa, kejadian ini juga berdampak luas pada gangguan operasional perjalanan kereta di lintasan padat Jabodetabek. Pemerintah dan operator diharapkan dapat segera mengambil langkah perbaikan guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta mencegah kejadian serupa di masa depan.
Tags: Tabrakan KRL; Korban Jiwa; KRL; Argo Bromo; KAI
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
