Hunian TOD KAI Manggarai Dibawah Rp600 Juta

KAI
KAI
Ilustrasi. Foto: KAI Bangun Hunian 24 Lantai di Manggarai, Harga di Bawah Rp600 Juta

JAKARTA, INDO BISNIS NEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merealisasikan komitmen penyediaan hunian strategis di pusat kota dengan menginisiasi pembangunan menara hunian vertikal 24 lantai di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan pada Jumat (21/8/2026). Proyek hunian berkonsep kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD) ini dirancang khusus untuk memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal terjangkau bagi generasi muda dan pekerja komuter dengan harga jual di bawah Rp600 juta per unit.

Inisiatif pembangunan hunian terintegrasi di Stasiun Manggarai merupakan bagian dari optimalisasi aset lahan perkeretaapian nasional sekaligus respons nyata terhadap tingginya kesenjangan kepemilikan rumah (backlog) di kawasan perkotaan. Mengingat peran sentral Stasiun Manggarai sebagai simpul utama persilangan jalur KRL Commuter Line dan Kereta Bandara, kehadiran hunian vertikal ini diproyeksikan menjadi solusi hunian efisien tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Konsep TOD Manggarai dan Pemanfaatan Aset Strategis KAI

Pengembangan hunian 24 lantai ini memanfaatkan lahan strategis milik KAI yang berada tepat di sisi kawasan stasiun tersibuk di Jabodetabek. Penerapan konsep TOD mengintegrasikan area residensial, area komersial ritel, dan fasilitas publik secara terpadu dalam satu tapak kawasan.

Manajemen KAI menegaskan bahwa optimalisasi aset tanah perkeretaapian diarahkan untuk memberikan nilai tambah sosial-ekonomi bagi masyarakat perkotaan.

Penghuni nantinya hanya membutuhkan waktu beberapa menit berjalan kaki melalui koridor tertutup atau jembatan penghubung khusus (skybridge) untuk langsung menjangkau peron kereta api tanpa harus keluar ke jalan raya yang padat.

Hunian Terjangkau di Bawah Rp600 Juta untuk Generasi Muda

Salah satu daya tarik utama dari proyek hunian vertikal KAI di Manggarai adalah penetapan harga yang sangat kompetitif di tengah melambungnya harga properti di pusat Jakarta. Dengan patokan harga di bawah Rp600 juta per unit, apartemen ini membidik segmen pekerja muda, generasi milenial, Gen Z, serta pasangan baru yang mendambakan rumah pertama di lokasi prima.

Varian unit yang disediakan dirancang dengan tata letak fungsional dan efisien, mencakup tipe studio hingga tipe dua kamar tidur (two-bedroom).

Ketersediaan hunian vertikal berbiaya terjangkau di kawasan inti kota ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan harian para pekerja yang selama ini terpaksa berdomisili di wilayah suburban yang jauh.

Aksesibilitas Transportasi Massal dan Solusi Kemacetan Ibu Kota

Posisi Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral memberikan keunggulan konektivitas tanpa batas bagi para penghuni. Dari stasiun ini, mobilitas menuju pusat bisnis Sudirman-Thamrin, Kuningan, kawasan Kota Tua, hingga wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi dapat ditempuh secara langsung menggunakan layanan KRL Commuter Line.

Akses cepat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Kereta Bandara (KA Bandara) turut memberikan kemudahan bagi mobilitas profesional lintas kota.

Dengan mendorong masyarakat tinggal di kawasan simpul transit, proyek ini secara langsung mendukung program pemerintah dalam mengurangi kepadatan volume kendaraan pribadi di jalan raya serta menurunkan jejak karbon emisi polusi udara di ibu kota.

Skema Pembiayaan KPR dan Fasilitas Pendukung Kawasan

Guna memudahkan kepemilikan unit, KAI bekerja sama dengan konsorsium perbankan BUMN untuk menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) dengan suku bunga bersaing, uang muka (down payment) ringan, dan tenor pinjaman panjang.

Kawasan apartemen 24 lantai ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung modern, seperti ruang komunal terbuka (co-working space), pusat kebugaran, area komersial UMKM, taman bermain, serta sistem keamanan terpadu 24 jam berbasis kartu pintar.

Pengelolaan gedung dipastikan menerapkan prinsip-prinsip bangunan hijau (green building) yang hemat energi dan ramah lingkungan.

Langkah KAI membangun hunian vertikal 24 lantai berkonsep TOD di kawasan Stasiun Manggarai dengan harga di bawah Rp600 juta menjadi terobosan penting bagi tata kelola permukiman perkotaan terpadu. Melalui integrasi langsung dengan transportasi massal, skema harga yang terjangkau bagi generasi muda, serta fasilitas kawasan yang lengkap, proyek ini diharapkan mampu mewujudkan gaya hidup urban modern yang efisien, produktif, dan berkelanjutan.

+ posts

Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.