Freeport Pulih, Negara Berpotensi Raup 100 Triliun

freeport
freeport
Ilustrasi. Foto: Bos Freeport Ungkap Produksi Pulih Total Bisa Sumbang Rp100 T ke Negara

JAKARTA, INDO BISNIS NEWS – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyampaikan bahwa pemulihan kapasitas produksi tambang bawah tanah dan operasional penuh fasilitas pemurnian (smelter) berpotensi memberi kontribusi keuangan yang sangat besar, hingga Rp100 triliun, bagi penerimaan negara pada Senin (17/8/2026). Nilai kontribusi tersebut diharapkan tercapai melalui pembayaran pajak penghasilan, royalti, bea keluar, dividen dari BUMN, serta retribusi daerah.

Pencapaian ini menjadi momen penting dalam sejarah kerja tambang tembaga dan emas di Indonesia. Pemulihan kapasitas tambang Grasberg di Papua Tengah bersama dengan pengoperasian fasilitas pemurnian (smelter) di Manyar, Gresik, memastikan seluruh proses nilai tambah mineral dapat dikelola secara lokal. Pemerintah pusat dan daerah pasti mendapatkan manfaat pajak yang maksimal untuk mendukung dana pembangunan serta pertumbuhan ekonomi Negara. Kinerja yang baik ini juga memperkuat keberhasilan program pengembangan tambang mineral strategis nasional.

Pemulihan Kapasitas Tambang Bawah Tanah Grasberg

Operasional tambang bawah tanah (underground mining) PTFI di kompleks Grasberg, Mimika, telah mencapai tingkat kapasitas ekstraksi optimal. Penerapan teknologi canggih block caving di Grasberg Block Cave (GBC) dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) memungkinkan penambangan bijih tembaga dan emas berlangsung dengan tingkat efisiensi tinggi dan standar keselamatan internasional.

Pemulihan total dari kendala operasional sebelumnya membuat volume produksi konsentrat kembali ke tingkat puncak (peak production). Tim teknis PTFI berhasil memitigasi potensi risiko geoteknik sehingga stabilitas produksi jangka panjang dapat terjaga secara konsisten.

Keandalan pasokan bijih dari tambang Grasberg menjadi garansi utama bagi ketersediaan bahan baku konsentrat yang akan dimurnikan di dalam negeri.

Kontribusi Rp100 Triliun bagi Kas Keuangan Negara

Proyeksi setoran lebih dari Rp100 triliun ke kas negara mencakup berbagai instrumen penerimaan negara. Bagian terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) Badan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), royalti pertambangan, dividen kepada induk holding industri pertambangan MIND ID, serta bagian laba bersih untuk pemerintah daerah Papua.

Tony Wenas menegaskan bahwa kontribusi jumbo ini merupakan wujud nyata kepatuhan dan komitmen PTFI sebagai salah satu pembayar pajak dan penyumbang royalti terbesar di Indonesia. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring penguatan harga komoditas tembaga dan emas di pasar global.

Dana bagi hasil dan retribusi yang dialirkan ke kas daerah diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat lokal di Tanah Papua.

Optimalisasi Penuh Smelter Manyar dan Hilirisasi Mineral

Kunci keberhasilan peningkatan nilai tambah ini ditopang oleh pengoperasian fasilitas pemurnian tembaga single-line terbesar di dunia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik. Fasilitas ini beroperasi pada kapasitas desain penuh untuk memurnikan konsentrat menjadi katoda tembaga dengan kemurnian 99,99 persen.

Selain memproduksi katoda tembaga bernilai tinggi, smelter baru tersebut dilengkapi dengan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) yang mampu memurnikan lumpur anoda menjadi emas murni batangan dan perak.

Hilirisasi menyeluruh ini memutus ketergantungan pengiriman bahan mentah ke luar negeri sekaligus menarik investasi industri hilir turunan, seperti pabrik kabel, kendaraan listrik, dan komponen elektronik di Indonesia.

Dampak Ekonomi Berkelanjutan dan Multiplier Effect

Kinerja produksi penuh PTFI memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang luas terhadap perekonomian nasional maupun regional. Ribuan tenaga kerja terampil lokal terserap dalam operasional tambang bawah tanah dan kawasan industri pengolahan.

Pertumbuhan aktivitas pertambangan dan hilirisasi juga menggerakkan ratusan UMKM lokal sebagai mitra penyedia barang dan jasa penunjang operasional. Ekosistem industri yang solid ini mendorong sirkulasi uang yang sehat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

PTFI berkomitmen mempertahankan tata kelola pertambangan yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan komunitas lingkar tambang.

Pernyataan bos Freeport mengenai potensi sumbangan Rp100 triliun ke kas negara menegaskan peran strategis pertambangan terintegrasi bagi perekonomian Indonesia. Pemulihan total kapasitas produksi tambang Grasberg dan kesuksesan operasional smelter membuktikan keberhasilan agenda hilirisasi nasional. Dengan kolaborasi yang solid antara dunia usaha, BUMN, dan pemerintah, pemanfaatan sumber daya alam mineral diharapkan dapat terus memberikan kemakmuran sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

+ posts

Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.