Arah Investasi Kota Batam Akan Bergeser ke Sektor Teknologi

Arah Investasi Kota Batam Akan Bergeser ke Sektor Teknologi
Ilustrasi. Foto: Arah Investasi Kota Batam Akan Bergeser ke Sektor Teknologi

Kota Batam akan memulai untuk mengubah arah investasi ke sektor industri berteknologi tinggi dan teknologi informasi. Amsakar Achmad, Wali Kota Batam menyatakan bahwa perpindahan arah investasi disebabkan oleh minat investor yang meningkat terhadap pembangunan pusat data (data center). 

Dengan ini, realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 tumbuh 62,75% dengan total Rp29,89 triliun jika dibandingkan dengan periode semester I tahun lalu. Selain industri teknologi, minat investor pun juga disusul oleh industri kimia dan farmasi, telekomunikasi, transportasi, pergudangan, dan perumahan serta kawasan industri.

Batam Alami Pergeseran Struktur Investasi

Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengatakan struktur investasi di Kota Batam mulai mengalami transformasi. Jika sebelumnya didominasi industri manufaktur perakitan, kini investasi bergeser menuju sektor teknologi informasi dan industri berteknologi tinggi.

Menurut Amsakar, perubahan tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas investasi yang masuk ke Batam. Minat investor kini tidak hanya berfokus pada pembangunan industri konvensional, tetapi juga pada sektor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi, termasuk pengembangan pusat data.

Industri Berteknologi Tinggi Jadi Primadona

Amsakar menjelaskan industri manufaktur berteknologi tinggi saat ini menjadi sektor yang paling diminati investor. Selain itu, investasi juga banyak mengalir ke industri kimia dan farmasi, perumahan dan kawasan industri, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Ia menilai perubahan komposisi investasi tersebut menunjukkan Batam semakin menarik bagi perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan industri bernilai tambah tinggi. Kondisi itu diharapkan mampu memperkuat daya saing kawasan industri Batam di tingkat nasional maupun internasional.

Investasi Semester I Tumbuh Signifikan

Pemerintah Kota Batam mencatat realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun. Nilai tersebut meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,37 triliun.

Selain nilai investasi yang meningkat, jumlah proyek investasi juga bertambah secara signifikan. Pertumbuhan tersebut dinilai mencerminkan semakin tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam di tengah persaingan kawasan investasi.

Pemerintah Siapkan Infrastruktur Pendukung

Amsakar mengatakan pemerintah bersama BP Batam terus memperkuat infrastruktur pendukung agar mampu mengakomodasi kebutuhan industri berteknologi tinggi. Ketersediaan listrik, air bersih, serta infrastruktur digital menjadi fokus utama untuk mendukung investasi, khususnya pembangunan pusat data.

Ia berharap transformasi struktur investasi tersebut dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat investasi strategis di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

+ posts

Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.