
Vietnam resmi naik status menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle-income country) berdasarkan klasifikasi terbaru Bank Dunia. Pencapaian tersebut menandai keberhasilan negara itu meningkatkan pendapatan per kapita setelah sekitar 17 tahun berada di kelompok negara berpendapatan menengah bawah. Sementara itu, Indonesia masih berada di kategori yang sama dengan target menjadi negara maju pada 2045.
Kenaikan status Vietnam menjadi sorotan karena terjadi di tengah ambisi sejumlah negara Asia Tenggara untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). Indonesia dan Vietnam sama-sama menargetkan menjadi negara maju pada 2045, namun Vietnam kini selangkah lebih maju setelah berhasil masuk kelompok negara berpendapatan menengah atas.
Vietnam Butuh 17 Tahun untuk Naik Kelas
Bank Dunia mengelompokkan negara berdasarkan tingkat pendapatan nasional bruto (Gross National Income/GNI) per kapita. Dalam pembaruan terbaru, Vietnam berhasil memenuhi ambang batas untuk masuk kategori negara berpendapatan menengah atas.
Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 17 tahun sejak Vietnam pertama kali keluar dari kelompok negara berpendapatan rendah. Selama periode itu, negara tersebut mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, didukung oleh ekspor manufaktur, investasi asing langsung (FDI), serta peningkatan daya saing industri.
Indonesia Masih Berada di Kelompok Menengah Bawah
Indonesia hingga kini masih berada dalam kelompok negara berpendapatan menengah bawah. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat keluar dari kategori tersebut dan menjadi negara maju bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan pada 2045.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, peningkatan produktivitas, penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Tantangan Keluar dari Middle-Income Trap
Ekonom menilai kenaikan kelas pendapatan bukan hanya ditentukan oleh besarnya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan suatu negara meningkatkan produktivitas dan nilai tambah sektor industri.
Selain itu, kualitas pendidikan, inovasi, kepastian hukum, efisiensi birokrasi, serta iklim investasi juga menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mendorong kenaikan pendapatan per kapita.
Target Indonesia Emas 2045
Pemerintah menjadikan Visi Indonesia Emas 2045 sebagai arah pembangunan jangka panjang nasional. Salah satu sasaran utamanya adalah membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan masuk kelompok negara maju.
Untuk mewujudkan target tersebut, berbagai kebijakan diarahkan pada peningkatan daya saing industri, percepatan transformasi digital, penguatan kualitas tenaga kerja, hingga penciptaan lapangan kerja bernilai tambah tinggi. Keberhasilan Vietnam dinilai dapat menjadi salah satu referensi bagi Indonesia dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Momentum Perkuat Daya Saing Ekonomi
Naiknya status Vietnam menunjukkan bahwa peningkatan kelas pendapatan dapat dicapai melalui pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan reformasi struktural yang berkelanjutan. Bagi Indonesia, pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa target menjadi negara maju pada 2045 memerlukan percepatan reformasi di berbagai sektor.
Dengan waktu kurang dari dua dekade menuju Indonesia Emas 2045, peningkatan produktivitas, investasi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan Indonesia mengikuti jejak negara-negara yang berhasil naik kelas pendapatan.
Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
