
Sebanyak 84 siswa SMAN 1 Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 12 siswa dilaporkan masih menjalani perawatan medis akibat gejala yang muncul setelah menyantap makanan yang dibagikan.
Kasus ini bermula ketika sejumlah siswa mengeluhkan mual, pusing, muntah, dan gangguan kesehatan lainnya beberapa saat setelah kegiatan makan bersama. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah dan tenaga kesehatan segera melakukan penanganan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Karena itu, insiden yang terjadi di Bangkalan mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.
Dinas kesehatan memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan. Sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kejadian dan langkah perbaikan ke depan. Pemerintah menegaskan aspek keamanan pangan dalam program MBG harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.
