Pemprov DKI Siapkan Flyover Baru di Pejompongan hingga Bintaro untuk Urai Kemacetan

Pemprov DKI Siapkan Flyover Baru di Pejompongan hingga Bintaro untuk Urai Kemacetan
Ilustrasi. Foto: Pemprov DKI Siapkan Flyover Baru di Pejompongan hingga Bintaro untuk Urai Kemacetan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan pembangunan sejumlah jalan layang (flyover) baru di beberapa titik strategis sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Lokasi yang masuk dalam rencana tersebut meliputi kawasan Pejompongan hingga Bintaro, terutama di titik-titik perlintasan sebidang kereta api yang selama ini kerap menimbulkan kepadatan kendaraan.

Rencana pembangunan itu merupakan bagian dari program jangka menengah pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas transportasi di Jakarta. Selain memperlancar arus kendaraan, proyek flyover juga ditujukan mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan kereta serta mempercepat waktu tempuh masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Pemprov DKI sebelumnya telah memetakan sedikitnya tujuh lokasi yang dinilai membutuhkan pembangunan jalan layang. Selain Pejompongan dan Bintaro, daftar tersebut mencakup Latumenten, Tanjung Priok, Semanan, Lenteng Agung–Srengseng Sawah, serta Jalan Panjang. Namun, pelaksanaan proyek akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah sehingga pengerjaannya dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi dan prioritas.

Pembangunan flyover menjadi salah satu solusi yang dipilih karena sejumlah ruas jalan masih beririsan langsung dengan jalur rel kereta api. Ketika palang pintu ditutup untuk memberi jalan bagi kereta melintas, antrean kendaraan sering kali mengular hingga memicu kemacetan panjang. Dengan adanya jalan layang, arus lalu lintas diharapkan tetap berjalan tanpa terganggu aktivitas perjalanan kereta.

Pemerintah daerah juga menilai proyek tersebut akan mendukung sistem transportasi yang lebih terintegrasi. Seiring meningkatnya mobilitas warga Jakarta dan wilayah penyangga, infrastruktur jalan perlu terus diperkuat agar mampu mengakomodasi pertumbuhan volume kendaraan sekaligus mendukung konektivitas dengan moda transportasi massal.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan flyover akan diselaraskan dengan rencana tata ruang, pengembangan jaringan transportasi, serta kebijakan penghapusan perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi. Pemprov DKI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan operator perkeretaapian agar proses pembangunan tidak mengganggu operasional kereta maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Meski demikian, jadwal pembangunan untuk masing-masing lokasi masih akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan proses perencanaan teknis. Pemerintah menegaskan seluruh proyek akan melalui tahapan studi kelayakan, penyusunan desain, hingga pembebasan lahan apabila diperlukan sebelum memasuki tahap konstruksi. Dengan penambahan jaringan flyover di sejumlah titik rawan kemacetan, Pemprov DKI berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, keselamatan pengguna jalan meningkat, dan efisiensi transportasi di ibu kota dapat terus diperbaiki dalam beberapa tahun mendatang.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.