
Dewan Perwakilan Rakyat menyampaikan keprihatinan atas kasus hukum yang menjerat sejumlah mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. DPR menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan penting mengenai urgensi integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menyebut kasus yang menimpa para pejabat tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, seluruh aparatur negara wajib menjadikan integritas dan akuntabilitas sebagai prinsip utama dalam menjalankan tugas publik.
Sorotan DPR muncul setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama sejumlah mantan pejabat lainnya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Pada saat yang hampir bersamaan, KPK juga menetapkan Silmy Karim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi layanan keimigrasian.
Menurut DPR, penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. Langkah aparat penegak hukum dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Selain mendukung proses hukum, DPR menilai kasus tersebut menjadi momentum memperkuat sistem pengawasan internal di setiap kementerian dan lembaga. Pengawasan yang efektif diyakini dapat mencegah penyalahgunaan kewenangan sejak dini.
DPR juga mengingatkan pesan Presiden yang berulang kali menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Karena itu, setiap pejabat publik dituntut menjaga amanah serta menjauhi praktik yang berpotensi merugikan negara.
Lembaga legislatif memastikan akan terus mengawasi perkembangan kasus dan mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
