
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta mulai merealisasikan pembangunan jembatan pejalan kaki berbentuk melingkar atau yang dikenal sebagai “Cincin Donat” di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Proyek tersebut dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan transit terpadu di pusat ibu kota.
Infrastruktur baru ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di kawasan Dukuh Atas yang selama ini menjadi simpul pergerakan MRT, KRL, LRT, TransJakarta, dan kereta bandara. Kehadiran jembatan melingkar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mengurangi konflik pergerakan antar pengguna transportasi publik.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat sebelumnya menjelaskan bahwa struktur pedestrian deck itu akan memiliki lebar sekitar 12 meter. Sebagian area juga dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan menikmati kawasan perkotaan.
Selain fungsi transportasi, proyek ini diproyeksikan menjadi landmark baru Jakarta. Konsep desain berbentuk cincin dinilai mampu menciptakan identitas visual yang kuat bagi kawasan Dukuh Atas yang saat ini berkembang sebagai pusat transit modern.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Pemerintah berharap integrasi transportasi yang lebih baik dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Jika berjalan sesuai jadwal, proyek ini akan menjadi salah satu infrastruktur pejalan kaki terbesar yang pernah dibangun di pusat Jakarta. Kehadirannya diharapkan mendukung mobilitas perkotaan yang lebih efisien sekaligus memperkuat wajah modern ibu kota.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat, dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif, yang bertujuan menginspirasi pembaca, memicu rasa ingin tahu, dan memberikan informasi yang bermakna.
