Tag: tenaga kerja

  • Ancaman PHK Tiga Bulan ke Depan, Sektor Tekstil Paling Rentan

    Ancaman PHK Tiga Bulan ke Depan, Sektor Tekstil Paling Rentan

    Ancaman PHK Tiga Bulan ke Depan, Sektor Tekstil Paling Rentan - IndoBisnisNews.com

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memperingatkan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan, terutama di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada awal Mei 2026, seiring meningkatnya tekanan terhadap industri padat karya tersebut.

    Menurut KSPI, sektor TPT yang mencakup produksi benang, kain, hingga poliester menjadi yang paling terdampak. Penurunan permintaan global, meningkatnya biaya produksi, serta persaingan dengan produk impor disebut sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap potensi PHK.

    Dalam beberapa bulan terakhir, industri tekstil menghadapi tantangan berat akibat pelemahan ekspor dan perubahan tren pasar internasional. Sejumlah pabrik dilaporkan mulai mengurangi kapasitas produksi untuk menekan biaya operasional, yang berimbas pada pengurangan tenaga kerja.

    KSPI menilai bahwa kondisi ini perlu segera direspons oleh pemerintah melalui kebijakan yang dapat melindungi industri dalam negeri. Dukungan berupa insentif, pengendalian impor, serta stabilisasi harga bahan baku dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan lapangan kerja.

    Selain itu, ketidakpastian ekonomi global juga turut memperburuk situasi industri. Fluktuasi nilai tukar dan biaya logistik yang tinggi menjadi tekanan tambahan bagi pelaku usaha tekstil, khususnya yang berorientasi ekspor.

    Pemerintah sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk menjaga sektor padat karya sebagai salah satu penopang ekonomi nasional. Namun, pelaku industri dan serikat pekerja berharap langkah konkret dapat segera diambil untuk mencegah terjadinya PHK massal.

    Ke depan, perkembangan sektor tekstil akan sangat bergantung pada kondisi pasar global serta efektivitas kebijakan domestik. Jika tidak diantisipasi, gelombang PHK berpotensi meluas dan berdampak pada stabilitas tenaga kerja di Indonesia.